Home/Tips Bisnis/Sociopreneur: Penjelasan, Karakteristik dan Contoh
Total Views: 251|Daily Views: 2

Sociopreneur: Penjelasan, Karakteristik dan Contoh

sociopreneur

HiToko.co.id – Halo sahabat HiToko! Apakah Anda termasuk orang yang memiliki ketertarikan pada dunia bisnis, sekaligus memiliki jiwa sosial yang tinggi? Untuk menjalankan kedua passion tersebut, Anda bisa menjadi sociopreneur.

Apakah Anda sudah familier dengan istilah sociopreneurship? Beberapa waktu terakhir ini, istilah tersebut kian populer di Indonesia. Popularitas sociopreneur di Indonesia ini dibuktikan dengan adanya data bahwa pada tahun 2018, terdapat setidaknya 340.000 bisnis sosial yang juga semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Apabila Anda tertarik untuk mengetahui lebih detail mengenai apa itu sociopreneur, apa saja jenis-jenis usahanya, dan bagaimana contoh dari bisnis tersebut, artikel ini akan mengulas secara lengkap seputar sociopreneur.

Apa Itu Sociopreneur?

sociopreneur

Sociopreneur adalah gabungan antara kata socius dan entrepreneur. Sesuai dengan namanya, bisnis ini menggabungkan konsep bisnis dengan isu-isu sosial masyarakat.

Sederhananya, jenis bisnis ini tidak hanya berfokus pada menghasilkan profit sebesar-besarnya tetapi juga memiliki tujuan lain yaitu membantu kehidupan sosial masyarakat sekitarnya. Jadi, bisnis tersebut juga memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat.

Orang-orang yang menjalankan bisnis tersebut biasanya disebut sebagai Social Entrepreneur. Tokoh sociopreneur di Indonesia yang populer seperti:

  • Alfatih Timur – Kita Bisa
  • Dea Valencia – Batik Kultur
  • Agis Nur Aulia – Jawara Banten Farm

Ukuran kesuksesan dari sociopreneur adalah ketika bisnis tersebut memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat. Bisnis sosial ini juga bisa berjalan di berbagai sektor bisnis seperti industri kreatif, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga akses bagi daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, setidaknya terdapat tiga jenis usaha sociopreneur yang paling banyak diminati yaitu industri kreatif sebanyak 22 persen, agrikultur dan perkebunan dengan angka 16 persen, dan pendidikan sebanyak 15 persen.

Karakteristik Sociopreneur

sociopreneur

Sociopreneur memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan jenis bisnis lainnya. Karakteristik sociopreneur ini merujuk juga pada sifat-sifat wirausaha yang wajib dimiliki. Apa saja karakteristiknya? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Memiliki Misi Sosial

Jenis bisnis ini fokus pada misi sosial yang telah mereka tentukan sejak awal. Misalnya, bagi pebisnis sosial pada bidang pendidikan fokus pada pengembangan di daerah-daerah terpencil sehingga mereka harus berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan di desa terpencil tersebut.

2. Fokus Pada Dampak Sosial

Para pebisnis sosial juga fokus dalam memberikan dampak sosial yang besar. Misalnya, mereka tidak hanya fokus pada suatu desa saja tetapi juga menjangkau banyak desa untuk mengembangkan kualitas pendidikannya.

3. Komitmen Untuk Bisnis Sosial Berkelanjutan

Sociopreneur business juga memiliki orientasi bisnis yang berkelanjutan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, karena jenis bisnis ini harus menyeimbangkan antara tujuan usaha secara keuntungan dengan misi sosial yang ingin dicapai.

4. Membangun Bisnis Untuk Memecahkan Permasalahan Sosial

Secara umum, sociopreneur biasanya membangun bisnis dengan mengidentifikasi permasalahan maupun keterbatasan yang ada di lingkungan masyarakat sehingga mereka membangun bisnis untuk memecahkan permasalahan tersebut.

5. Inovatif

Bagi mereka yang menjalankan sociopreneur, tentunya harus inovatif karena bisnis tersebut tidak hanya menghasilkan keuntungan tetapi juga memberikan inovasi bagi permasalahan sosial yang ada.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa contoh sociopreneur yang bisa menjadi inspirasi Anda dalam menjalankan bisnis sosial.

Contoh Sociopreneur di Indonesia

Berikut beberapa contoh bisnis sosial yang ada di Indonesia.

1. WeCare.id

sociopreneur

WeCare.id merupakan salah satu bisnis sosial di Indonesia yang bergerak pada bidang kesehatan. Bisnis ini bergerak untuk mengumpulkan dana bagi pasien kurang mampu, mereka yang tinggal di daerah sulit dijangkau, dan bagi mereka yang belum terdaftar di BPJS.

2. Waste4Change

sociopreneur

Sebagai sociopreneur yang paling ternama di Indonesia, Waste4Change merupakan bisnis yang bergerak dalam pengelolaan sampah dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai negara yang bebas sampah. Caranya adalah dengan melakukan kolaborasi antara pemanfaatan teknologi dan pengelolaan sampah.

3. Du Anyam

sociopreneur

Melihat permasalahan malnutrisi yang terjadi di Flores, NTT menggerakan beberapa anak muda untuk membangun bisnis sosial dengan nama Du Anyam. Bisnis ini menjual produk kerajinan dalam bentuk anyaman yang terbuat dari daun lontar seperti souvenir, tas, hingga sepatu sampai akhirnya bisnis tersebut bisa meningkatkan penghasilan wanita di Flores hingga 40%.

4. Kitabisa.com

sociopreneur

Platform bisnis ini memiliki misi untuk membantu mereka yang membutuhkan bantuan dana. Dana tersebut didapatkan dari para relawan yang dengan sukarela menyumbang.

Bisnis ini bisa mendapat kepercayaan masyarakat karena ada proses verifikasi yang ketat untuk penggalangan suatu dana. Kitabisa.com juga tersedia baik dalam situs web maupun aplikasi ponsel.

Bagi Anda yang memiliki passion dalam bisnis dan juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, maka sudah saatnya Anda memulai sociopreneur. Mulai bisnis sosial Anda sekarang juga dengan berkonsultasi melalui omnichannel.

Sebagai wadah terbaik untuk pengelolaan bisnis, produk omnichannel siap membantu Anda dalam mengelola dan merancang strategi bisnis sosial. Anda bisa mengakses omnichannel dengan mudah melalui HiToko. Segera buat perubahan sekarang juga melalui sociopreneur dengan cara registrasi gratis!

Banner HiToko