Bitcoin

Bitcoin (BTC)

$62,754.00 ▲0.86%
Ethereum

Ethereum (ETH)

$1,740.50 ▲0.03%
Tether

Tether (USDT)

$1.00 ▲0.01%
BNB

BNB (BNB)

$569.75 ▲0.52%
USDC

USDC (USDC)

$1.00 ▲0.00%
XRP

XRP (XRP)

$1.09 ▲0.18%
Solana

Solana (SOL)

$77.76 ▲0.71%
TRON

TRON (TRX)

$0.33 ▲0.85%
Figure Heloc

Figure Heloc (FIGR_HELOC)

$1.03 ▲0.36%
Hyperliquid

Hyperliquid (HYPE)

$67.30 ▼-0.44%

Trend Center Artinya Apa? Ini Makna, Penggunaan, dan Bedanya dengan Trendsetter

Trend center artinya pusat tren, yaitu tempat, wilayah, kelompok, atau lingkungan yang menjadi pusat perkembangan dan penyebaran tren tertentu. Namun, dalam percakapan sehari-hari, istilah trend...

Digital Marketing

Trend center artinya pusat tren, yaitu tempat, wilayah, kelompok, atau lingkungan yang menjadi pusat perkembangan dan penyebaran tren tertentu. Namun, dalam percakapan sehari-hari, istilah trend center terkadang digunakan secara keliru ketika seseorang sebenarnya ingin menyebut trendsetter.

Kedua istilah tersebut berhubungan dengan tren, tetapi maknanya berbeda. Trend center mengarah pada pusat perkembangan tren, sedangkan trendsetter adalah pihak yang memulai, memperkenalkan, atau membantu memopulerkan tren baru.

Perbedaan ini penting dipahami, terutama jika kamu menemukan istilah tersebut dalam pembahasan fashion, media sosial, bisnis, teknologi, hingga budaya populer. Berikut penjelasan lengkap mengenai trend center artinya apa, perbedaannya dengan trendsetter, dan contoh penggunaannya.

Trend Center Artinya Apa?

Secara sederhana, trend center artinya pusat tren. Istilah ini berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris, yakni trend yang berarti tren atau kecenderungan dan center yang berarti pusat.

Jika diterjemahkan secara literal, trend center dapat dimaknai sebagai pusat munculnya, berkembangnya, atau berkumpulnya suatu tren. Maknanya bisa berubah mengikuti konteks kalimat yang digunakan.

Sebagai contoh, sebuah kota dapat disebut sebagai pusat tren fashion karena memiliki industri mode yang kuat dan berpengaruh. Dalam konteks lain, sebuah kawasan perdagangan bisa dianggap sebagai pusat tren produk tertentu karena banyak produk baru diperkenalkan dari tempat tersebut.

Namun, perlu diperhatikan bahwa istilah trend center tidak selalu dapat digunakan untuk menggantikan kata trendsetter. Keduanya mempunyai fungsi dan makna yang berbeda.

Dalam penggunaan sehari-hari, istilah trend center dapat merujuk pada:

  • pusat perkembangan suatu tren;
  • tempat berkumpulnya produk atau gaya terbaru;
  • wilayah yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan tren;
  • pusat informasi mengenai tren tertentu;
  • pusat perdagangan yang menawarkan produk yang sedang populer;
  • sebuah nama atau istilah pemasaran yang digunakan oleh bisnis tertentu.

Karena itu, arti yang tepat harus dilihat berdasarkan konteks kalimatnya.

Trendcenter Adalah Apa?

Jika kamu menemukan penulisan trendcenter tanpa spasi, maknanya perlu dilihat dari konteks. Secara umum, bentuk bahasa Inggris yang lebih mudah dipahami adalah trend center yang ditulis sebagai dua kata.

Secara literal, trendcenter adalah pusat tren atau tempat yang berhubungan dengan perkembangan tren. Namun, Trendcenter juga bisa digunakan sebagai nama merek, nama toko, nama layanan, atau nama sebuah platform.

Karena itu, jangan langsung menganggap setiap kata trendcenter memiliki satu definisi yang sama. Jika kata tersebut merupakan nama bisnis atau merek, artinya tentu bergantung pada identitas dan layanan bisnis tersebut.

Sementara itu, apabila digunakan sebagai istilah umum, maknanya kurang lebih mengarah pada suatu tempat atau pusat yang menjadi rujukan perkembangan tren.

Contoh sederhananya:

“Kawasan itu berkembang menjadi trend center fashion anak muda.”

Kalimat tersebut berarti kawasan yang dimaksud menjadi salah satu pusat perkembangan atau rujukan tren fashion anak muda.

Berbeda jika kalimatnya:

“Artis tersebut menjadi trendsetter fashion anak muda.”

Artinya, artis tersebut mempunyai pengaruh dalam memulai atau memopulerkan gaya fashion yang kemudian diikuti banyak orang.

Dari contoh tersebut terlihat bahwa trend center dan trendsetter tidak memiliki arti yang sama.

Apakah Trend Center Sama dengan Trendsetter?

Tidak. Trend center dan trendsetter memiliki arti berbeda, meskipun keduanya sama-sama berkaitan dengan tren.

Trend center merujuk pada pusat atau tempat perkembangan tren. Sementara itu, trendsetter merujuk pada orang, kelompok, organisasi, merek, atau pihak lain yang memulai maupun membantu memopulerkan tren baru.

Cambridge Dictionary mendefinisikan trendsetter sebagai orang, organisasi, dan sebagainya yang memulai fashion baru, khususnya dalam konteks pakaian. Merriam-Webster memberikan cakupan lebih luas, yakni seseorang atau sesuatu yang memulai atau membantu memopulerkan fashion, gaya, gerakan, dan tren baru lainnya.

Perbedaannya dapat dipahami melalui perbandingan berikut:

IstilahArti sederhanaFokus utamaContoh konteks
Trend centerPusat trenTempat atau pusat perkembanganKota, kawasan, pusat perbelanjaan
TrendsetterPencipta atau pelopor trenPihak yang memulai atau memopulerkan trenTokoh, merek, komunitas
TrendingSedang populerKondisi popularitas saat iniTopik, video, lagu
Trend followerPengikut trenPihak yang mengikuti trenKonsumen atau kelompok tertentu

Jadi, apabila kamu ingin menyebut seseorang yang gaya pakaiannya sering ditiru, istilah yang lebih tepat adalah trendsetter, bukan trend center.

Sebaliknya, jika ingin menyebut suatu tempat sebagai pusat perkembangan fashion, istilah trend center bisa digunakan sesuai konteks.

Trendsetter Adalah Apa?

Trendsetter adalah seseorang atau sesuatu yang memulai, menciptakan, memperkenalkan, atau membantu memopulerkan tren baru. Tren tersebut kemudian mendapatkan perhatian dan diikuti oleh orang lain.

Seorang trendsetter tidak harus selalu seorang selebritas. Merek, perusahaan, komunitas, desainer, musisi, kreator konten, bahkan sebuah kota dapat mempunyai peran sebagai trendsetter dalam konteks tertentu.

Merriam-Webster menyebut sinonim yang dekat dengan trendsetter antara lain leader dan pioneer. Kamus tersebut juga mencatat penggunaan awal kata trendsetter pada 1936 dalam pengertian pihak yang menetapkan atau memulai tren.

Dalam bahasa Indonesia, makna trendsetter dapat didekatkan dengan beberapa istilah berikut:

  • pelopor tren;
  • pencipta tren;
  • pembawa tren baru;
  • pemimpin tren;
  • perintis gaya;
  • pihak yang memopulerkan gaya baru.

Namun, penggunaan kata trendsetter sendiri sudah cukup umum dalam percakapan bahasa Indonesia, khususnya dalam pembahasan fashion, hiburan, teknologi, bisnis, dan media sosial.

Apa Arti Trendsetter dalam Bahasa Gaul?

Dalam percakapan sehari-hari, trendsetter biasanya berarti orang yang menjadi pelopor gaya atau kebiasaan yang kemudian ditiru banyak orang.

Sebutan ini sering diberikan kepada orang yang dinilai mempunyai gaya berbeda, kreatif, atau berani memperkenalkan sesuatu yang belum banyak dilakukan.

Misalnya, seseorang mulai menggunakan model pakaian tertentu. Beberapa waktu kemudian, gaya tersebut diikuti banyak orang. Jika memang gaya itu berawal atau menjadi populer karena pengaruhnya, orang tersebut dapat disebut sebagai trendsetter.

Namun, penggunaan istilah ini juga sering bersifat longgar. Seseorang bisa saja disebut trendsetter oleh penggemarnya meskipun tren yang dibawanya sebenarnya sudah ada sebelumnya.

Karena itu, dalam penggunaan sehari-hari, kata trendsetter tidak selalu berarti pencipta pertama di dunia. Istilah ini juga bisa mengacu pada pihak yang mempunyai peran besar dalam membawa sebuah gaya kepada audiens yang lebih luas.

Trendsetter Fashion Artinya Apa?

Trendsetter fashion artinya orang atau pihak yang mempunyai pengaruh dalam memulai, memperkenalkan, atau memopulerkan tren berpakaian dan gaya penampilan.

Dalam dunia fashion, seorang trendsetter dapat memengaruhi berbagai elemen penampilan, mulai dari pakaian, sepatu, tas, aksesori, gaya rambut, hingga cara memadukan warna.

Sebuah gaya yang awalnya dianggap unik dapat berubah menjadi tren ketika mulai mendapatkan perhatian dan diikuti oleh banyak orang.

Ciri-ciri trendsetter fashion

Tidak semua orang yang berpakaian menarik otomatis menjadi trendsetter. Secara umum, trendsetter fashion memiliki beberapa karakteristik berikut:

  • mempunyai gaya yang mudah dikenali;
  • berani bereksperimen dengan penampilan;
  • mampu memperkenalkan kombinasi atau gaya berbeda;
  • mempunyai pengaruh terhadap lingkungan atau audiens;
  • gayanya mulai mendapatkan perhatian;
  • gaya tersebut kemudian diadaptasi atau diikuti pihak lain.

Meski demikian, menjadi trendsetter bukan sekadar mengenakan barang mahal. Pengaruh terhadap perkembangan tren justru menjadi unsur yang lebih penting.

Seseorang dapat menggunakan pakaian sederhana, tetapi cara memadukannya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dalam kondisi tersebut, ia dapat mempunyai peran sebagai trendsetter.

Contoh trendsetter dalam fashion

Contoh sederhananya dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang kreator konten memperkenalkan cara memadukan pakaian tradisional dengan gaya kasual. Kontennya kemudian ramai dibicarakan dan banyak orang mulai menggunakan konsep serupa.

Dalam konteks tersebut, kreator itu dapat disebut sebagai salah satu trendsetter gaya tersebut jika memang memiliki peran nyata dalam memulai atau memopulerkannya.

Contoh lainnya adalah sebuah merek yang meluncurkan desain tertentu. Setelah desain tersebut populer, banyak produk dengan gaya serupa mulai muncul di pasar.

Dalam kasus ini, merek juga dapat menjadi trendsetter. Jadi, trendsetter tidak terbatas pada individu.

Trend Center atau Trendsetter, Mana yang Benar?

Jawabannya bergantung pada apa yang ingin kamu sampaikan. Gunakan trend center untuk menyebut pusat tren dan trendsetter untuk menyebut pihak yang memulai atau memopulerkan tren.

Kesalahan pemakaian dapat membuat arti kalimat menjadi berbeda.

Sebagai contoh:

Kurang tepat:

“Dia adalah trend center fashion di sekolahnya.”

Jika maksud kalimat tersebut adalah seseorang yang menjadi pelopor gaya berpakaian, istilah yang tepat adalah trendsetter.

Lebih tepat:

“Dia menjadi trendsetter fashion di sekolahnya.”

Sementara itu, penggunaan trend center dapat ditemukan pada konteks seperti:

“Kawasan tersebut berkembang menjadi salah satu pusat atau trend center fashion lokal.”

Dalam kalimat tersebut, objek yang dibicarakan adalah tempat atau pusat perkembangan tren, sehingga maknanya berbeda dari trendsetter.

Cara paling mudah membedakannya adalah dengan pertanyaan berikut:

  • Apakah yang dimaksud adalah pusat atau tempat berkembangnya tren? Gunakan trend center.
  • Apakah yang dimaksud adalah pihak yang memulai atau memopulerkan tren? Gunakan trendsetter.
  • Apakah yang dimaksud adalah sesuatu yang sedang ramai? Gunakan trending.
  • Apakah yang dimaksud adalah pihak yang mengikuti tren? Gunakan trend follower atau pengikut tren.

Dengan cara tersebut, kamu bisa menghindari penggunaan istilah yang tertukar.

Trending Center Artinya Apa?

Istilah trending center secara literal dapat diterjemahkan sebagai pusat sesuatu yang sedang menjadi tren. Namun, penggunaannya sangat bergantung pada konteks dan bukan pengganti langsung untuk kata trendsetter.

Kata trending menunjukkan bahwa sesuatu sedang banyak dibicarakan, populer, atau mengalami peningkatan perhatian dalam periode tertentu. Sementara itu, center berarti pusat.

Karena itu, jika kedua kata tersebut digabungkan, makna literalnya dapat mengarah pada pusat informasi mengenai hal-hal yang sedang populer atau pusat aktivitas yang sedang menjadi tren.

Namun, jika maksudnya adalah seseorang yang menciptakan tren, kata yang tepat tetap trendsetter.

Perhatikan perbedaan konsep berikut:

  • Trending: sesuatu yang sedang ramai.
  • Trend: kecenderungan atau arah perkembangan.
  • Trend center: pusat tren.
  • Trendsetter: pihak yang memulai atau memopulerkan tren.
  • Trend follower: pihak yang mengikuti tren.

Perbedaan ini terlihat sederhana, tetapi penting karena setiap istilah memiliki fungsi yang berbeda.

Contoh Trendsetter dalam Kehidupan Sehari-hari

Trendsetter sebenarnya dapat ditemukan dalam berbagai bidang, tidak hanya fashion. Sebuah inovasi, gaya, kebiasaan, atau format baru dapat berkembang menjadi tren ketika mulai diadopsi banyak orang.

Berikut beberapa contoh trendsetter berdasarkan konteksnya.

1. Trendsetter dalam fashion

Seorang desainer memperkenalkan konsep pakaian dengan karakter tertentu. Konsep tersebut mendapatkan perhatian, digunakan figur publik, lalu menginspirasi banyak desain serupa.

Desainer atau merek tersebut dapat dianggap sebagai trendsetter apabila memiliki peran nyata dalam memperkenalkan dan memopulerkan gaya itu.

2. Trendsetter di media sosial

Seorang kreator membuat format video yang unik. Setelah videonya viral, banyak kreator lain mulai membuat video dengan format serupa.

Kreator pertama atau pihak yang berperan besar dalam memopulerkan format tersebut dapat disebut sebagai trendsetter.

Namun, perlu dilakukan pengecekan sebelum mengklaim seseorang sebagai pencipta pertama. Konten serupa mungkin sudah pernah dibuat pihak lain sebelumnya.

3. Trendsetter dalam bisnis

Perusahaan dapat menjadi trendsetter ketika memperkenalkan konsep produk, layanan, kemasan, atau pengalaman pelanggan yang kemudian banyak diadaptasi oleh pelaku bisnis lainnya.

Dalam kondisi ini, yang menjadi trendsetter adalah organisasi atau merek, bukan individu.

Hal ini sejalan dengan definisi kamus bahasa Inggris yang tidak membatasi trendsetter hanya pada manusia, tetapi juga dapat berupa organisasi atau sesuatu yang membantu memulai dan memopulerkan tren.

4. Trendsetter dalam teknologi

Sebuah perusahaan teknologi bisa memperkenalkan fitur atau pendekatan baru yang kemudian menjadi standar baru di industrinya.

Ketika kompetitor mulai mengembangkan konsep serupa dan konsumen menjadikannya sebagai ekspektasi umum, perusahaan pelopor tersebut dapat disebut sebagai trendsetter dalam konteks teknologi.

5. Trendsetter di lingkungan pergaulan

Dalam lingkup yang lebih kecil, seseorang juga bisa menjadi trendsetter di sekolah, kampus, tempat kerja, atau komunitas.

Misalnya, seseorang memperkenalkan gaya berpakaian atau kebiasaan tertentu. Gaya tersebut kemudian diikuti teman-temannya dan menjadi populer di lingkungan itu.

Status trendsetter dalam konteks ini bersifat lokal. Artinya, seseorang tidak harus dikenal secara nasional untuk dapat memengaruhi tren dalam sebuah komunitas.

Apa Bedanya Trendsetter dan Influencer?

Trendsetter dan influencer sering dianggap sama karena keduanya dapat memengaruhi perilaku orang lain. Padahal, fokus keduanya berbeda.

Trendsetter berfokus pada peran dalam memulai atau memopulerkan tren, sedangkan influencer adalah pihak yang memiliki kemampuan memengaruhi opini, keputusan, atau tindakan audiensnya.

Seorang influencer bisa menjadi trendsetter apabila berhasil memperkenalkan gaya atau kebiasaan yang kemudian diikuti banyak orang. Namun, tidak semua influencer otomatis menjadi trendsetter.

Sebaliknya, seorang trendsetter juga tidak selalu memiliki jutaan pengikut. Seseorang dapat menciptakan sebuah ide yang kemudian menyebar luas meskipun popularitas pribadinya tidak sebesar influencer terkenal.

Perbedaannya dapat dipahami seperti ini:

  • trendsetter memulai atau mendorong munculnya tren;
  • influencer memengaruhi audiens;
  • keduanya dapat berada pada orang yang sama;
  • trendsetter tidak selalu terkenal;
  • influencer tidak selalu menciptakan tren baru.

Contoh sederhananya, seorang influencer dapat mempromosikan gaya yang sudah populer. Dalam kondisi itu, ia berperan sebagai influencer, tetapi belum tentu menjadi pihak yang memulai tren tersebut.

Apa Bedanya Trendsetter dan Trend Follower?

Jika trendsetter berada di bagian awal perkembangan tren, trend follower adalah pihak yang mengikuti tren setelah tren tersebut mulai terbentuk atau populer.

Keduanya mempunyai posisi berbeda dalam siklus penyebaran sebuah tren.

Trendsetter biasanya berani mencoba atau memperkenalkan sesuatu yang belum umum. Sementara itu, trend follower cenderung mengadopsi gaya, produk, atau kebiasaan setelah melihat tren tersebut mulai diterima.

Namun, menjadi pengikut tren bukan sesuatu yang selalu negatif. Dalam dunia bisnis, misalnya, sebuah perusahaan dapat mengamati tren pasar sebelum memutuskan apakah tren tersebut layak diadaptasi.

Perbedaan utamanya terletak pada posisi dan peran:

Trendsetter: memulai atau membantu memopulerkan.

Trend follower: mengikuti setelah tren berkembang.

Trend center: pusat perkembangan atau aktivitas tren.

Trending topic: topik yang sedang mendapatkan perhatian tinggi.

Dengan memahami empat konsep tersebut, penggunaan istilah menjadi lebih akurat.

Bagaimana Sebuah Tren Bisa Terbentuk?

Sebuah tren tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Biasanya ada proses dari tahap pengenalan hingga akhirnya digunakan atau dibicarakan oleh kelompok yang lebih besar.

Prosesnya bisa berbeda pada setiap bidang. Tren fashion, teknologi, makanan, dan media sosial memiliki pola penyebaran yang tidak selalu sama.

1. Munculnya ide atau inovasi

Tren dapat dimulai dari ide, produk, kebiasaan, desain, atau format baru.

Pada tahap ini, belum tentu banyak orang tertarik. Bahkan, tidak semua inovasi akhirnya berhasil menjadi tren.

2. Diadopsi kelompok awal

Setelah diperkenalkan, ide tersebut mulai digunakan oleh kelompok tertentu. Kelompok awal ini dapat terdiri atas komunitas kecil, konsumen khusus, kreator, atau tokoh yang mempunyai pengaruh.

Respons kelompok awal berperan dalam menentukan apakah ide tersebut akan berkembang lebih luas.

3. Mendapatkan eksposur

Media massa, media sosial, komunitas, dan percakapan publik dapat mempercepat penyebaran sebuah tren.

Pada tahap ini, semakin banyak orang mengetahui keberadaan gaya atau kebiasaan baru tersebut.

4. Diikuti lebih banyak orang

Ketika adopsi semakin luas, sesuatu mulai dianggap sebagai tren.

Produk serupa mulai bermunculan, konten dengan konsep yang sama semakin banyak, dan pembahasan publik meningkat.

5. Bertahan atau digantikan tren baru

Tidak semua tren bertahan lama.

Sebagian hanya populer selama beberapa hari atau minggu. Sebagian lainnya berkembang menjadi kebiasaan jangka panjang dan bahkan menjadi standar baru dalam masyarakat atau industri.

Karena itu, seorang trendsetter tidak dapat menjamin bahwa setiap ide yang diperkenalkannya pasti menjadi tren besar.

Bagaimana Cara Menjadi Trendsetter?

Menjadi trendsetter tidak memiliki rumus pasti. Tren terbentuk dari kombinasi kreativitas, momentum, relevansi, penerimaan audiens, dan penyebaran.

Namun, ada beberapa pendekatan yang dapat meningkatkan peluang sebuah ide mendapatkan perhatian.

Temukan karakter yang berbeda

Perbedaan menjadi salah satu unsur penting. Jika kamu hanya meniru sesuatu yang sudah sangat populer, posisi kamu lebih dekat dengan trend follower daripada trendsetter.

Perbedaan tidak harus ekstrem. Inovasi kecil pada cara penyajian, fungsi, desain, atau pengalaman pengguna dapat menjadi pembeda.

Pahami kebutuhan audiens

Tren yang bertahan biasanya memiliki alasan mengapa orang mau mengikutinya.

Alasannya dapat berupa fungsi, kenyamanan, identitas, hiburan, kemudahan, harga, atau keinginan menjadi bagian dari kelompok tertentu.

Karena itu, kreativitas perlu dipadukan dengan pemahaman terhadap audiens.

Konsisten memperkenalkan ide

Tidak semua ide langsung mendapatkan perhatian pada percobaan pertama.

Konsistensi membantu audiens mengenali karakter dan konsep yang kamu bawa. Meski demikian, konsistensi juga harus disertai evaluasi.

Jika respons tidak berkembang, perbaiki cara penyampaian atau produknya daripada hanya mengulang strategi yang sama.

Jangan sekadar mengejar viral

Viral dan tren bukan dua hal yang selalu sama.

Sebuah video dapat viral selama satu hari tanpa menciptakan perubahan perilaku yang berarti. Sebaliknya, sebuah ide dapat berkembang secara perlahan tetapi akhirnya diadopsi secara luas.

Karena itu, pengaruh jangka panjang juga perlu diperhatikan.

FAQ | Trend Center dan Trendsetter

Trend center artinya apa?

Trend center artinya pusat tren atau pusat perkembangan suatu tren. Maknanya dapat mengarah pada tempat, wilayah, kawasan, atau pusat informasi yang berkaitan dengan tren tertentu.

Trendcenter adalah apa?

Jika digunakan sebagai istilah umum, trendcenter dapat dipahami sebagai pusat tren. Namun, penulisan tanpa spasi juga mungkin merupakan nama merek, platform, toko, atau layanan sehingga artinya harus diperiksa berdasarkan konteks.

Trend center atau trendsetter yang benar?

Keduanya bisa benar, tetapi memiliki makna berbeda. Gunakan trend center untuk pusat tren dan trendsetter untuk pihak yang memulai atau membantu memopulerkan tren.

Trendsetter adalah apa?

Trendsetter adalah orang, organisasi, merek, atau pihak lain yang memulai maupun membantu memopulerkan fashion, gaya, gerakan, atau tren baru.

Apa arti trendsetter fashion?

Trendsetter fashion adalah pihak yang mempunyai peran dalam memulai, memperkenalkan, atau memopulerkan gaya berpakaian dan penampilan yang kemudian diikuti pihak lain.

Apakah influencer pasti trendsetter?

Tidak. Influencer dapat memengaruhi audiens tanpa menciptakan atau memopulerkan tren baru. Namun, seorang influencer juga dapat menjadi trendsetter apabila gaya atau ide yang dibawanya kemudian diikuti secara luas.

Apa contoh trendsetter?

Contoh trendsetter dapat berupa desainer yang memopulerkan gaya pakaian baru, kreator yang memperkenalkan format konten kemudian banyak ditiru, atau perusahaan yang memperkenalkan konsep produk yang kemudian diadaptasi oleh industri.

Kesimpulan

Trend center artinya pusat tren, yaitu tempat, wilayah, atau pusat aktivitas yang berhubungan dengan muncul dan berkembangnya suatu tren. Istilah tersebut berbeda dengan trendsetter, yakni orang, organisasi, merek, atau pihak lain yang memulai atau membantu memopulerkan sebuah tren.

Jika kamu ingin menyebut seseorang yang gaya atau idenya banyak diikuti, gunakan kata trendsetter. Sementara itu, jika yang dimaksud adalah tempat atau pusat perkembangan tren, istilah trend center lebih sesuai.

Dengan memahami perbedaannya, kamu tidak akan lagi tertukar antara trend center, trendsetter, trending, dan trend follower. Meski sama-sama berbicara tentang tren, masing-masing mempunyai makna dan fungsi yang berbeda.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.